Lubuk Larangan

Pada suatu kesempatan, ada kawan dari Bogor yang sedang melakukan perjalanan ke Padang berucap “Sepanjang perjalanan dari Bandara aku lihat Sungai disini masih bersih…dst..dst…”.  Selanjutnya kami bicara soal sungai di Padang dan Sumatera Barat pada umumnya, lengkap dengan pengelolaan sungai oleh masyarakat termasuk cerita tentang Lubuk Larangan.

Lubuk Larangan merupakan cara masyarakat Minangkabau memanfaatkan aliran sungai dengan memelihara ikan. Ikan dibiarkan lepas dan besar di Sungai (tanpa menggunakan keramba atau jaring pembatas).  Lubuk larangan dikelola secara kolektif oleh penduduk Nagari dan di panen pada waktu tertentu kemudian dilelang yang hasilnya digunakan untuk pembangunan nagari seperti pembangunan masjid atau keperluan kolektif lain.

Umumnya ikan yang menjadi isi lubuk larangan adalah ikan Gariang (Tor tambroides), dimana ikan jenis ini  akan tumbuh baik di air jernih yang belum tercemar limbah. Jadi, keberadaan Lubuk Larangan yang berisi ikan Gariang bisa dibilang menjadi indicator bahwa kualitas airsungai masih baik.

Foto-foto ini ku ambil di Batang Nareh (Sungai Nareh) yang berada di Nagari Sikucur, Kabupaten Padang Pariaman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s