Padang Kota Tua

Nederlansche Handels-Maatschappij

Padangsche Spaarbank 1908

Orang jawa bilang padang artinya terang. Tapi kalau di Minangkabau, padang bisa diartikan pedang, senjata tajam setajam pisau tetapi panjang dari pisau, atau padang yang berarti hamparan areal terbuka.

Belum kudapat referensi atau cerita, apa pula arti kata padang yang menjadi nama kota propinsi di Sumatera Barat ini. Apakah padang seperti orang jawa bilang, atau  berarti pedang….. Kalau berasal dari kata pedang, wah…pasti seru critanya…

Kata kamus Wikipedia, Dulu-dulunya Kota Padang merupakan perkampungan nelayan yang bermukim di sepanjang muara sungai Batang Arau. Penduduk perkampungan nelayan ini adalah orang Rupit dan Tirau

De Javasche Bank

(Non Minangkabau). Abad ke–14 (1340-1375) Kota Padang dikenal sebagai kampung nelayan dengan sebutan Kampung Batung yang diperintah oleh Penghulu Delapan suku. Wikipedia juga tidak tahu pasti kenapa dan siapa yang memberi nama kota ini dengan sebutan Padang. Cuma diperkirakan, dulu daerah ini berupa dataran atau Padang yang ditumbuhi semak, rerumputan seperti Ilalang, Sikejut, dan sebagainya. Maka orang yang datang menyebut daerah ini dengan sebutan Padang dan melekat sampai sekarang.

Abad 17 kota Padang ditemukan ole VOC (Verrenigde Oost Indische Companie). Karena memiliki muara yang bagus dan luas, VOC tertarik untuk membangun pelabuhan. Tahun 1667, setelah mendapat izin dari penghulu Orang Kayo Kaciak, VOC mendirikan loji pertama di Kota Padang.

31 Desember 1799, kekuasaan VOC diambil alih oleh Pemerintahan Belanda. Tanggal 1 Maret 1906 lahir Ordonasi yang menetapkan Padang sebagai Cremente(STAL1906 No 151) yang mulai berlaku

1 April 1941. Gemeente adalah istilah dalam bahasa Belanda dan merupakan pembagian administrasi pemerintahan. Terjemahan bebas dalam Bahasa Indonesia bisa diterjemahkan Kotamadya yang dipimpin oleh Burgemeester (Walikota).

Jejak peningglan Kota yang dibangun oleh Belanda ini masih dapat dilihat sampai sekarang, seperti gedung NHM (Nederlansche Handels Maatschappij) yang didirikan tahun 1920. Sekarang gedung ini dijadikan gudang oleh PT Panca Niaga. Kedua, gedung Padangsche Spaarbank yang didirikan tahun 1908 dan saat ini menjadi Hotel Batang Arau yang letaknya tepat di tepi sungai Batang Arau. Ketiga gedung De Javasche Bank yang dibangun tahun 1930, dan saat ini menjadi gedung BI yang berada di ujung Jembatan Siti Nurbaya. Dan masih banyak lagi bangunan tua di daerah “Padang Kota Lama” yang menjadi jejak peninggalan masa lalu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s