Kawa Daun

Kepepetkejepit, akhirnya melahirkan kreatifitas. Dan akhirnya terciptalah minuman rendah kafein yang saat ini dikenal dengan nama Kawa Daun atau ada yang nyebut Kopi Kawa.

Kawa, sebutan untuk kopi dalam bahasa Minang Darek yaitu daerah dataran tinggi seperti Batusangkar, Bukit tinggi, Payakumbuh dan Sawahlunto.

Menurut cerita, jaman Belanda dulu, oleh Belanda masyarakat disuruh menanam kopi. Setelah panen ternyata biji kopi diolah dan dinikmati oleh Balanda. Rakyat jelata dilarang mengambil dan mengolah biji kopi untuk bahan baku minuman.

Tak ada rotan – akarpun jadi. Tidak tahu Siapa yang punya inisiatif dan Siapa yg pertama kali berhasil meramu, tetapi yang pasti akibat kepepet-kejepit dan nafsu menikmati yang segar-segar, maka saat itu lahirlah minuman Kawa Daun.

Paduan aroma daun kopi kering yang sedikit kafein membuat minuman ini mirip teh (era sekarang, dedaunan kering yang dijadikan sumber citarasa minuman biasa disebut the).

Kata orang lagi nih, Kawa Daun atau Kopi Kawa merupakan minuman berkhasiat bagi kesehatan. Kawa daun dapat menghangatkan tubuh, menurunkan tekanan darah tinggi dan menambah vitalitas dan stamina. Daun kopi juga bermanfaat untuk mengobati penyakit kurap.

Beberapa khasiat atau manfaat daun kopi yang lain :

Menurunkan darah tinggi bagi penderita darah tinggi / hipertensi caranya cuci kemudian rebus sekitar 20 helai daun kopi yang masih muda hingga mendidih dan aduk perlahan sampai airnya berubah warna kemerahan. Campur dengan gula pasir atau gula batu dan minumlah selagi hangat. atau ada juga yang menyebutkan 10 helai daun kopi langsung di makan.
Menambah stamina dan vitalitascaranya adalah mencampurkan seduhan air kawa dengan telur dan madu. Serta Menghangatkan badan dan melancarkan saluran pernafasan caranya adalah mencampur air seduhan daun kopi dengan jahe.

Ada beberapa cara meramu Kopi Kawa. Pertama, Sebelum diseduh, daun kopi ditusuk seperti sate dan dibakaragarkandungan airnya hilang. Setelah kering dan gosong, lalu dijadikan remahan kecil dengan meremasnya. Setelah menjadi serpihan, lalu dimasukkan pada teko dan dituangkan air panas.

Cara lain, daun kopi dikeringkan dengan menyangrai (ditaruh di atas perapian) sampai daun kopi mengering selama kurang lebih 12 jam. Setelah itu, daun yang mengering dicampur dengan air dingin dan dimasak sampai airnya mendidih sampai menghasilkan minuman berwarna kecoklatan seperti hasil seduhan daun teh.

Saat ini minuman ini banyak di jual di sepanjang jalan di Payakumbuh/Limapuluh Kota, Bukittinggi, dan Batusangkar.

Yang pasti, setelah kami mencoba, rasanya suueger…ger….. Minuman ini biasa dijual pada siang sampai malam hari. Yang paling enak jika minuman ini dinikmati pada sore hari. Kenikmatan Kopi Daun/Kopi Kawa semakin lengkap karena diminum dengan kue bika (bukan bika ambon ala medan) dan pisang goreng.

One response to “Kawa Daun

  1. Ping-balik: Kopi Kawa | Foto Koleksiku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s