MENTAWAI

Beberapa teman yang belum pernah ke Mentawai, ketika mendengar kata MENTAWAI, langsung ekspresi wajahnya berubah. Beberapa biasanya dilanjut dengan cletukan, “kapan ya aku bisa kesana“, atau “Masih ada ya orang yang bertatto itu, bagaimana cara supaya bisa ketemu mereka“, atau “Di web kulihat indah dan alami sekali disana, kapan ya bisa sampai disana.”

Bahkan ada yang bilang, Mentawai itu eksotik banget. Tak tahu aku apa maksudnya mereka bilang eksotik, karena yang kutahu kata itu bermakna aneh ? Pertanyaannya, apa bener orang Mentawai itu aneh..? Atau, apa bener gugusan pulau yang disebut Mentawai ini aneh…?

Jarang yang bertanya, “Sudah sebaik apa pemerintah melayani mereka sebagai warga negara..?” atau bertanya “Apa yang bisa kita lakukan agar masya- rakat Mentawai menjadi lebih Mandiri, lebih Bermartabat, dan Berdaulat dalam berpolitik..?!“.

Mentawai adalah nama dari gugusan Pulau yang ada di pantai barat Sumatera, Pulau-pulau tersebut adalah Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pulau Pagai Selatan.

Sejak Oktober 2009, Kepulauan ini sudah menjadi Kabupaten sendiri, pisah dengan Kabupaten induk (Padang Pariaman).

Sungguhpun demikian, layanan pemerintah terhadap rakyat Mentawai masih jauh dari cukup. Di beberapa tempat/desa, praktis tidak ada layanan pemerintah, seperti di daerah hulu sungai Silaoinan, Siberut Selatan. Banyak anak-anak usia SMP masih belum bisa baca tulis. Beruntng disini ada sekelompok anak muda dan orang tua yang berinisiatif membuka kelompok belajar yang mereka beri nama Sekolah Hutan Sangong.

Menurutku, Mentawai memiliki sumberdaya alam yang buuuanyak. Dan penduduknya sangat menggan tungkan hidup dari sumberdaya alam ini, khususnya hutan. Orang-orang Athropolog bilang, penduduk asli Mentawai adalah peramu. Dan yang pasti, jika kita perhatikan, budaya asli Mentawai sangat dekat dengan alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s