Tersesat di Batu Busuak

Batu Busuak adalah nama tempat yang berada di hulu sungai Batang Kuranji. Batang Kuranji memiliki hulu-hilir di wilayah Kota Padang. Hulu sungai berada di pegunungan diatas Kampus Unand  dan hilirnya di Kampus Universitas Bung Hatta (Kampus Ulak Karang).

Menurut cerita masyarakat di daerah ini, dinamai Batu Busuak karena disini ada Batu berbau busuk yang di kerubuti oleh lalat hijau. Cuma saat ini batu tersebut sudah tertimbun oleh tanah.  dan tidak dapat dilihat lagi.

Terkait dengan perburuan, hari itu mendadak aku ditelpon kawan dari AJI (Aliansi Jurnalistik Independen) Padang. Dia bilang “Kita hunting yok, si Joni nantang nih…”. Begitu dia bilang di ujung telepon.

Singkat cerita, nyelononglah aku ke Kantor AJI. Kawan bilang “Kita hunting foto orang yang lagi bikin batu lado”. Batu lado itu batu untuk giling cabe, semacam cobek di jawa. Cuma ini dibuat dari batu yang dipahat.

Selesai berbincang, bersiap dan mengisi kampong tengah (ngisi perut), hari sudah menunjukkan jam 13.oo wib dan kami sepakat bergerak. Sasaran pertama ke Bukik Nago alias Dragon Hill. Ternayata disini kosong dan perburuan dilanjukan ke Batu Busuak. Oiya, pertama aku terima telepon sudah lewat jam 11.00 .

Perjalanan ke Batu Busuak ternyata tidak mulus. Satu sepeda motor pecah ban. Akhirnya lewat jam 14.00 baru sampai di pembertian pertama. Disini mencari info dimana tempat orang membuat Batu Lado.

Info didapat dan ternayata ada dua tempat. Satu di Patamuan, sekitar 2.5 km kea rah hulu sungai, dan satu lagi sekitar 200 meter dari tempat kami istirahat mencari informasi. Dengan pertimbangan waktu dan kemungkinan turun hujan, akhirnya dipilih lokasi yang dekat.

Setelah menitipkan sepeda motor di warung, perjalanan dilanjutkan dengan menuruni tebing sungai. Dan benar, setelah menyeberangi sungai, ketemulah dengan pembuat batu lado. Sebentar berbincang, tiba-tiba angin bertiup sejuk dan detik berikutnya hujan datang mengguyur. Si pembuat Batu Lado menyarankan “Sebaikknya segera kembali ke seberang sungai. Biasanya air akan besar dan sulit nanti menyeberang lagi”. Yah…. Gagal deh perburuan kali ini.

Untuk mengobati rasa kecewa, akhirnya Ikan Gariang (Tor tambroides) yang berada di Lubuk Larangan, Belalang Ranting (Phaenopharos khaoyaiensis) yang berada di bebatuan ketika kami menyeberang, dan Ular Tali yang ada di semak seberang sungai,  menjadi sasaran bidikan kamera.

Nah, inilah kenapa kami bilang tersesat. Tersesat karena dari rencana membidik pembuat Batu Lado, akhirnya jadi hunting satwa.

Kami bersepakat, perburuan pembuat Batu Lado akan tetap dilakukan dengan sasaran daerah Patamuan dan waktu dipilih setelah hari Minggu (10 Juni 2012), karena Sabtu dan Minggu akan Hunting foto TDS (Tour de Singkarak).

One response to “Tersesat di Batu Busuak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s