Kampungku

Setelah kutinggal Merantau tahun 1990, kampung ini sudah banyak berubah. Aku sudah tidak temukan lagi warga yang menyapu jalan dengan sapu lidi ketika pagi datang menjelang. Yah… bisa dimengerti, karena saat ini jalan tanah sudah di lapisi dengan semen.

Tetapi hal yang sangat menyenangkan, tak ada lagi warga yang “boker” atau buang air besar di Sungai. Mereka menjalankan program arisan jamban keluarga dan sukses. Sehingga ada warga yng jambannya lebih bagus dari rumahnya yang sudah usang. Ada tulisan diujung jalan dekat sungai yang sampai saai ini masih terus menggelitik akau “SAIKI AKU WIS GAK NGISING NOK KALI”. Terjemahan dalam bahasa indonesianya, “Sekarang aku sudah tidak buang air besar di Sungai”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s