BungLon

bunglon-012-2s

BungLon (Bronchocela jubata) yang difoto di Pegambiran – Padang (February 7, 2017)

Umpama bisa protes, binatang yang satu ini akan protes keras terhadap manusia. Plintat-plintut yang di singkat plin-plan, adalah sifat negatif manusia yang tak konsisten antara ucapan dan tindakan, dan semua itu cenderung digunakan untuk cari selamat atau menang sendiri.

BungLon, reptil yang nama ilmiahnya Bronchocela jubata (Duméril & Bibron, 1837) memang memiliki kemampuan untuk merubah warna kulit agar sesuai dengan lingkungan sekitarnya. Kemampuan kamuflase ini agar bunglon tidak mudah terdeteksi oleh lawan/predator atau calon mangsanya.

Perubahan warna selain di pengaruhi oleh suhu dan cuaca, juga di pengaruhi oleh suasana hati si Bunglon. Dan tentu saja sebagai upaya kamuflase ketika ada predator atau calon mangsa.

bunglon-017-1s

Ketika di foto, dia sedang nangkring di ujung  batang kayu roda-roda yang sudah lapuk .

TUKIK

mpdegat-073s

May 13, 2011 sore sekitar jam 17.00 wib, dia kutemukan di pantai Mappadegat, Pulau Sipora – Kepulauan Mentawai.

Kata kawan yang selama ini aktif di kegiatan konservasi penyu, dikatakan bahwa Tukik setelah menetas biasa keluar sarang untuk menuju air laut pada sore hari. Ini mungkin di sore hari matahari sudah tidak terik sehingga air laut tidak merebus dia, dan cuaca sudah mulai gelap sehingga kecerahan air mulai kurang sehingga dia bisa sembunyi dari serangan predator yang akan memangsanya.

 

Indonesia Raya di Tinambu

….hiduplah indonesia raya……    Serentak anak-anak Sekolah Uma di dusun Tinambu itu melantunkan lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaan Negara Indonesia.

Dengan semangat, lagu kebangsaan ini menggema di depan gereja yang selama ini mereka jadikan ruang belajar. Kelas 1 sampai kelas 4 ada dalam satu ruangan tanpa sekat dengan diajar oleh 2 orang guru.

Terusik rasa kebangsaanku, melihat dan mendengar anak-anak ini melantunkan lagu Indonesia Raya.

Terusik rasa kebangsaanku, melihat dan mendengar anak-anak ini melantunkan lagu Indonesia Raya.

Padang Pasar Raya Square

Pasar Raya Square

Padang Pasar Raya Square

Pasar Raya Square. Ini nama terkesan wah dan keren. Dalam aspek program, Pasar Raya Square seolah merupakan kebijakan yang bijak dan berpihak kepada warga kota Padang.

Namun jika dicermati lebih jauh, Pasar Raya Square seperti pasar tumpah dan jauh dari nyaman. Sudahlah sempit, mobil dan sepeda motor ikut masuk pasar. Karena tak didukung dengan terminal kota, keberadaan Pasar Raya Square juga berkontribusi bikin macet jalan di sekitar kawasan itu.

Semrawut disamping bangunan (Matahari Mall) yang rontok akibat gempa 2009

Menjamur disamping bangunan (Matahari Mall) yang rontok akibat gempa 2009

Macet di jalan Permindo

Macet di jalan Permindo

Mobilpun ikut belanja

Mobilpun ikut belanja

Jejak PDRI di Bidar Alam

PDRI 086+LiS3 Januari 1949, Rombongan Sjafruddin Prawiranegara berangkat dari Sungai Dareh ke Bidar Alam via Aabi Siat dan Abai Sangir. Rombongan dibagi menjadi tiga :

  1. Rombongan Induk dipimpin oleh Sjafruddin Prawiranegara, menempuh jalur Sungai Batang Hari dengan mempergunakan sampan yang digerakan dengan dayung dan galah dari bamboo.

    PDRI 104_sender auri

    Sender AURI di Bidar Alam 1949

  2. Rombongan Keuangan dipimpin oleh Mr. Loekman Hakim (Menteri Keuangan PDRI) menuju Muara Tebo dengan naik perahu bermotor, membawa klise oeang RI Poeloe Sumatera (ORIPS) untuk dicetak di Muaro Bungo.
  3. Rombongan Satsiun Radio dipimpin oleh Wakil PDRI Mr. Teuku Hasan, mengambil jalan darat karena takut tenggelam, dengan berjalan kaki menuju Abai (setelah berpisah kurang lebih 2 minggu mereka bertemu kembali di Bidar Alam).

    Tugu Peringantan Basis Pemerintahan Darurat RI 1949

    Tugu Peringantan Basis Pemerintahan Darurat RI 1949

15 – 25 April 1949, Rombongan Sjafruddin Prawiranegara secara bertahap meninggalkan Bidar Alam menuju Sumpur Kudus, tempat musyawarah besar pimpinan PDRI akan diadakan.

5 Mei 1949, Rombongan PDRI Sjafruddin Prawiranegara, secara lengkap tiba di Desa Calau, Sumpur Kudus. Rombongan PDRI meninggalkan Bidar Alam dengan naik perahu dan berjalan kaki melalui desa-desa antara lain Abai Siat, Sungai Dareh, Kiliran Jao, Sungai Betung, Padang Tarok, Tapus, Durian Gadang, Menganti (menginap satu malam) dan akhirnya tiba di Calau, Silantai, Sumpur Kudus.

Air Terjun Baburai

FDsikucue 110s

Air Terjun Baburai berada di Nagari Sikucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Lokasi air terjun sekitar 78 km dari kota Padang, 58 km dari Bandara BIM dan 20 km dari Kota Pariaman.

Untuk mencapai lokasi Air Terjun, jika menggunakan Sepeda Motor akan bisa langsung sampai lokasi. Kalau menggunakan mobil, untuk mencapai lokasi mobil harus diparkir di luar (perkampungan) dilanjutkan dengan berjalan kaki. Topografi yang bergelombang, jalur menuju Air Terjun menjadi tantangan yang asyik dan menjadi pengingat bagi penggemar SIGARET alias Rokok.

FDsikucue 123sFDsikucue 132-1s